contoh teks cerita sejarah dan strukturnya 2017

contoh teks cerita sejarah dan strukturnya 2017- Suatu bangsa, termasuk bangsa Indonesia, tidak dapat terlepas dari peristiwa sejarah. Peristiwa sejarah senantiasa mengiringi perjalann bangsa Indonesia hingga sekarang. Kisah sejarah pun dapat berupa tulisan atau lisan. Secara tulisan, cerita sejarah ini dapat dibaca pada buku, majalah, atau surat kabar. Cerita sejarah dalam bentuk lisan dapat disimak dari ceramah, pidato, percakapan atau pelajaran disekolah. Oleh karena itu,contoh teks cerita sejarah  sejarah juga dapat menjadi sumber informasi.
Pada kali ini akan dibahas  sebagai sumber informasi. Temanpteman dapat memahami aspek-aspek teks cerita sejarah pada bagian pendalaman materi. Untuk menguji pemahaman, teman-teman dapat mengerjakam evaluasi baik dalam bentuk kegiaan maupun soal-soal. Selain itu, berbagai ikon disertakan untuk menambah wawasan.


Pengertian Teks Cerita Sejarah (contoh teks cerita sejarah)

Koran, radio, televisi, buku dan majalah merupakan sumber informasi. Sumber informasi tersebut disampaikan dalam bentuk lisan dan tulisan. Teks cerita sejarah juga dapat menjadi sumber informasi karena di dalamnya memuat fakta atau informasi-informasi pada masa lalu yang berhubungan dengan peristiwa sejarah. Menurut KBBI, teks berarti naskah berupa 1 kata-kata asli dari pengarang; 2 kutipan dari kitab suci untuk pangkal ajaran atau alasan; 3 bahan tertulis untuk dasar memberikan pelajaran berpidato atau yang lainnya.
Pengertian teks sejarah adalah naskah cerita atau narasi rekaan yang mengandung unsur-unsur sejarah. Dalam contoh teks cerita sejarah dan strukturnya, ada beberapa unsur nyata, misalnya tokoh, nama tempat dan peristiwa. Namun, dalam teks cerita sejarah terdapat pula cerita yang sifatnya rekaan, misalnya mitos asa-usul raja mitos embukaan negeri, mitos kedatangan sebuah agama dan mitos alegori

sebelumum kita bahas contoh teks cerita sejarah  kita bahas terlebih dahulu mengenai
Teks cerita sejarah merupakan karangan berbentuk narasi. Narasi adalah wacana yang menceritakan peristiwa dalam kurun waktu tertentu. Narasi dapat berisi fakta atau fiksi.
Narasi dibagi dua jenis, yaitu narasi ekspositorik dan narasi sugestif. Narasi ekspositorik adalah narasi yang memiliki sasaran penyampaian informasi secara tepat tentang suatu peristiwa dengan tujuan memperluas pengetahuan tentang kisah seseorang. Narasi sugestif adalah narasi yang berusaha untuk memberikan suatu maksud tertentu, menyampaikan suatu amanat terselubung kepada pembaca pendengar sehingga tampak seolah-olah melihat. Teks cerita sejarahbermaksud menceritakan kembali cerita sejaah yang terjadi pada masa lalu. Teks cerita sejarah mengandung amanat yang dapat menjadi rujukan masa sekarang.

(contoh teks cerita sejarah) mempunyai struktur yang membedakannya dengan jenis karangan lainnya. Struktur teks cerita sejarah terbagi enam, yaitu abstrak, orientasi, komplokasi, klimaks, resolusi, dan koda atau amanat.
1. Abstrak
Struktur teks cerita sejarah yang pertama .Abstrak adalah ringkasan atau inti cerita. Abstrak pada sebuah teks cerita sejarah opsional. Artinya t(contoh teks cerita sejarah) bisa saja tidak melalui tahapan ini. Abstrak berisi pengelanalan singkat tentang tempat atau tokoh.
2. Orientasi
Struktur teks cerita sejarah yang keuda Orientasi menjadi pembukan dalam teks cerita sejarah. Orientasi berisi pengenalan tokoh dan latar cerita. Pengenalan tokoh berkaitan dengan pengenalan pelaku (terutama pelaku utama). Pengenalan ini meliputi kejadian yang dialami tokoh atau pelaku utama. Pengenalan latar berkaitan dengan ruang, dan suasana terjadinya peristiwa dalam (contoh teks cerita sejarah). Latar digunakan pengarang menghidupkan sebuah cerita dan meyakinkan pembaca. Dengan kata lain, latar mengeksprsikan watak, baik secara psikis maupun fisik.
3. Komplikasi
Struktur teks cerita sejarah yang ketigaTahapan ini berisi ututan kejadian. Kejadian-kejadian itu dihubungkan secara sebab-akibat. Peristiwa satu disebabkan atau menyebabkan terjadinya peristiwa lain. Komplikasi muncul akibat munculnya konflik. Tahap ini ditandai dengan reaksi pelaku dalam cerita sejarah terhadap konflik. Tahapan penjalinan konflik dimulai dari munculnya konflij, peningkatan konflik, hingga konflik memuncak (klimaks)
4. Klimaks 
Struktur teks cerita sejarah yang keempat Klimaks merupakan puncak konflik dalam sebuah teks cerita sejarah. Pada saat klimaks inilah konflik mencapai tingkat intensitas tertinggi.
5. Resolusi
Struktur teks cerita sejarah yang kelimaResolusi adalah suatu keadaan ketika konflik terpecahkan dan menemukan penyelesaiannya. Tahapan ini ditandai dengan upaya pengarang mengungkapkan solusi dari berbagai konfiknya yang dialami tokoh.
6. Koda/Amanat
Struktur (contoh teks cerita sejarah) yang keenam Koda adalah bagian akhir dari sebuag teks cerita sejarah. Pengarang teks cerita sejarah mempunyai maksud menulis bagian koda ini, yaitu menyuarakan pesan moral sebagian tanggapan terhadap konflik yang terjadi. Koda jug disebut reorientasi. Di dalam koda terdapat nilai-nilai atau ajaran moral yang dapat di petik oleh pembaca teks cerita sejarah.
Agar teman-teman dapat memahami struktur teks cerita sejarah, perhatikan struktur teks cerita sejarah berikut. 
Contoh teks cerita sejarah singkat tentang Datu Pujung

Datu Pujung
contoh teks cerita sejarah dan strukturnya

contoh teks sejarah datu pujang

Abstrak = Di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, terdapat pasar terapung Muara Kuin. Pasar Muara Kuin di atas Sungai Barito. Para pedagang dan pembeli melakukan transaksi jual beli dari atas jukung (perahu). Berbagai hasil bumi diperjualbelikan di pasar Muara Kuin. Pada zaman dahulu, di daerah Kuin pernah berdiri sebuah kerajaan yang bernama Kerajaan Banjar. Kerajaan Banjar di perintah oleh seorang raja yang bernama Sultan Suriansyah (1520-1550)

Orientasi =  Pada masa itu, hiduplah seorang laki-laki yang sudah tua. Masyarakat di sekitarnya memanggilnya si Pujung. Krena usianya yang sudah tua, ia juga sering juga di panggil Datu Pujung. Ia sangat arif dan bijaksana serta menguasai banyak ilmu sehingga ia dijadikan sebagai panutan warga sekitarnya. Namun anehnya, tidak seorang pun yang mengathui asal-usulnya.(contoh teks cerita sejarah)

Komplikasi = pada suatu hari, Kerajaan   banjar kedatangan tamu yang tidak di undang. Sebuah kapal berbendera asing bergerak menuju pelabuhan Muara Sungai Barito, yaitu Muara Kuin atau Delta Kuin. Penduduk negeri terheran-heran melihat bentuk kapal yang panjang dan besar itu. Keheranan merka tidak hanya itu, tetapi juga anak buah kapalnya yang berkulit sulau, berambut pirang seperti rambut jagung dan bermata biru seperti air laut. Sikap mereka yang ada di dalam kapal itu menunjukkan keangkuhan.

Mengetahui hal itu, beberapa penduduk negeri segera memberi tahu penguasa negeri. Sadarlah Sultan Suriansyah, sang penguasa negeri, bahwa kerajaannya kedatangan tamu yang tidak diundang dan mempunyai maksud yang tidak baik terhadap negerinya. Sultan Suriansyah segera mengumpulkan para punggawa Kerajaan Banjar untuk mengadakan musyawarah. Untuk mengantisipasi serangan mendadak dari tamu asing tersebut, Sultan Suriansyah pun menyiagakan seluruh prajuritnya di sekitar istana.

Mengetahui hal itu, beberapa penduduk negeri segera memberi tahu penguasa negeri. Sadarlah Sultan Suriansyah, sang penguasa negeri, bahwa kerajaanya kedatangan tamu yang tidak diundang dan mempunyai maksud yang tidak baik terhadap negerinya. Sultan Suriansyah segera mengumpulkan para punggawa Kerajaan Banjar untuk mengadakan musyawarah. Untuk mengantasipasi serangan mendadak dari tamu asing tersebut. Sultan Suriansyah pun menyiagakan seluruh prajuritnya di sekitar istana. (contoh teks cerita sejarah)

Seluruh punggawa telah berkumpul. “aku mempunyai firasat kalau kedatangan orang-orang yang ada di dalam kapal besar itu akan membawa bencana di negeri kita. Sebelum kapal itu berlabuh di pelabuhan dan asuk ke pusat kerajaan, sabiknya kita tempatkan barikade di muara sungai,” titah Sultan Suriansyah dalam musyawarah itu.

“mohon ampun, Baginda. Muara sungai sangat dalam dan berarusderas. Untuk membuat barkade, tidak ada pilihan lain kecuali meramu pohon-pohon yang besar dan batangnya tinggi. Pohon-pohon tersebut selanjutnya kita tancapkan ke dasar sungai,” saran salah seorang punggawa. Usualan itu teryata diterima oleh seluruh peserta musyawarah, termasuk Sultan Suriansyah. “ Bentuk dan bannya terserah kalian !” seru Sultan Suriansyah memberikan putusan.
“mengingat waktunya sangat mendesak dan kemampuan kita sangat terbatas, bagaimana kalau kita membuat sayembara ? Barangsiapa yang mampu meramu dan menancapkan batang kayu ke dasar sungai, akan kita berikan hadiah yang besar,” usul punggawa lainnya
(contoh teks cerita sejarah)
“aku setuju usual itu” ujar Sultan Suriansyah
“tapi, Baginda. Hanya orang yang memiliki kesaktian yang mampu melakukan pekerjaan itu,”komentar petugas pelabuhan.
“benar Baginda ! kita tidak pernah mendengar ada warga di kerajaan ini yang memiliki kesaktian seperti itu,” tambah punggawa lainnya
“wah, kalau begitu, rencana ini kita batalkan. Kita cari cara yang lainnya,” sambung Sultan Suriansyah.
Ucapan Sultan membuat suasana menjadi hening. Seluruh peserta yang hadir hanya terdiam dan menunduk. Tiba-tiba, suasana keheningan menjadi pecah mendengar suara dari arah belakang. “hamba pikir itu saran yang amat bagus,” ujar seseorang yang mengenakan jubah. Semua pandangan tertuju kepadanya.
“bagus memang. Tapi siapa orang sanggup melaksanakan pekerjaan seberat itu dalam waktu singkat? Apakah kamu sanggup? Bantah seorang punggawa dengan nada sedikit melecehkan. Peserta musyawarah lainnya pun tertawa. Keadaan itu segera ditenangkan oleh ketukan palu Sultan Suriansyah pada meja di depannya.(contoh teks cerita sejarah)

Komplikasi = “teruskan bicaramu !’ titah Sultan Suriansyah.
“baiklah Baginda. Hamba memang belum selesai bebicara. Rupanya ada di antara kita yang tidak sabar,” kata orang yang duduk paling belakang itu merendah. Lalu ia menjelaskan kepada seluruh peserta musyawarah , “perlu diketahui, meramu kayu memerlukan waktu yang lama. Apalagi, menancapkan kayu-kayu ke dasar sungai bukanlah pekerjaan yang mudah. Musuh kita dalam kapal layar tersebut akan cepat mengetahui. Tidak mustahil merka akan menyerang sebelum barikade diselesaikan.”

“lalu bentuk barikade bagaimana yang mesti kita buat?” tanta Sultan Suriansyah penasaran.
“Jika dipercaya, izinkan hamba mengerjakannya menurut kemampuan dan cara hamba. Hamba jamin kapal asing itu akan kandas di Muara Sungai Barito. Namun, perlu diingat bahwa pekerjaan ini hamba lakukan bukan karena memburu hadiah, tapi demi keamanan negeri kita. Permisi !”
Oarang itu langsung berdiri dan berkelebat, kemudian hilang dari pandangan mata para peserta musyawarah. Sultan Suriansyah tercengang-cengang menyaksikan kejadian itu.
“siapa orang itu tadi?” tanya Sultan Suriansyah kepada seorang yang duduk paling dekat dengan orang yang baru saja pergi.

“Datu Pujung, Baginda,” jawab orang itu dengan penuh hormat.
Malam semakin gelap. Di atas kapal asing itu terlihat beberapa anak buah kapal sedang berjaga-jaga, merka mondar-mandir sambil menentang senjata. Tib-tiba, langkah mereka terhenti. Merka merasakan kapal sedang miring ke kanan. Belum sempat berkata-kata, merka sudah terjatuh ke sungai. Tak lama, kapal miring ke kiri. Penjaga di sebelah kiri kapal juga terjatuh ke sungai. Menyadari ada sesuatu yang tidak beres, kapten kapal segera membunyikan tanda bahaya. Sejumlah anak buah kapal yang bersenjata lengkap keluar dari ruangan dalam kapal. Di atas geladak, mereka melihat seseorang berjubah putih yang tidak dikenal. Mereka mengejar dan mengepungnya. Ketika orang berjubah putih sudah tersudut di halam kapal, kapten kapal punsegera memerintahkan anak buahya untuk menangkapnya.
“jangan biarkan dia lolos. Tangkap dia hidup-hidup” (contoh teks cerita sejarah)

Karena tidak mungkin lagi menghindar, orang berjubah putih tiba-tiba mengentakan kakinya ke geladak kapal dan menyebabkan kapal berderak pecah. Orang berjubah putih itu pun jatuh ke sungai. Nmun dengan satu lompatan yang ringan, ia sudah berada jauh di buritan kapal. Anak buah kapal yang berjaga di buritan terkesiap. Tanpa menunggu perintah dari kapten kapal, ia menembak orang berjubah itu dengan sebuah tembakan sehingga bergema memecah keheningan malam.
Klimaks =  anak buah kapal melihat si jubah putih terkapar di geladak. Rupanya tembakan mereka mengenainya. Karena belum yakin si Jubah Putih terkapar di geledak. Rupanya tembakan mereka mengenainya. Karena belum yakin si Jubah Putih sudah mati, mereka melakukan tembakan salvo ke tubuh yang terkapar itu, diikuti tusukan serempak labih dari selusin bayonet.
“ha ... ha... itu hanya bajuku,” terdengar suara lantang di sudut kapal. Karena gelapnya malam, semua mata awak kapal disipitkan ke sumber suara. Mereka melakukan tembakan salvo ke arah suara itu. Sejumlah anak buah kapal di posisi itu bertumbangan terkena sasaran tembakan kawannya sendiri.
Tak lama, suara lantang dengan nada terdengar kembali,” mata kalian kurang jeli!”. Sumber suara itu dari rah kemudi kapal. Tembakan salvo anak buah kapal mengarah ke sumber suara itu. Seorang anak buah kapal menjadi sasaran tembakan itu sehingga terkapar tak berdaya.
Si jubah Putih, rupanya sudah bosan bermain kucing-kucingan dengan anak buah kapal yang bodoh tersebut.

“Cukup!” seru suara itu.
Tiba-tiba terlihat bayangan putih melambung tinggi-tinggi dan kemudian meluncur ke arah geladak kapal. Sekali hentakan, kapal itu terbelah menjadi dua. Anak buah kapal dan seluruh isi kapal tenggelam seketika ke dasar Sungai Barito.
Resolusi = dengan demikian, selamatlah Kerajaan banjar dari ancaman berbahaya itu. Sultah Suriansyah dan para punggawa kerajaan serta seluruh penduduk negeri sangat gembira. Sultan Suriansyah pun mengadakan kenduri besar, sebagai tanda syukur karena terhindar dari bencana. Sesuai dengan janjinya, sang Sultan memberi imblan atas jasa-jasa dan pengabdian Datu Pujung terhadap negeri. Sang Sultan menghadiahi Dutu Pujung berupa pangkat, jabatan, emas, berlian dan makanan yang banyak.

Sesuai dengan janjinya pula, Datu pujung tidak rela menerima semua pemberian sang Sukltan
“hadiah pangkat dan jabatan hamba terima dengan senang hati. Namun saat ini izinkan hamba untuk mengemalikannya kepada Tuanku. Hamba tidak layak diberi pangkat dan jabatan. Hamba kembalikan juga semua makanan dan barang mewah ini. Hamba hanya seorang diri. Selembar baju yang ada sudah lebih dari cukup hamba gunakan sebagai penutup aurat. Hamba tidak pernah kekurangan makanan. Bumi Tuhan ini sangat luas dan setiap jengkal tanahnya menjadikan rezeki bai yang mau berusaha. Barangkali ada warga kerajaan yang lebih membutuhkan. Ke sanalah sebaiknya hadiah ini Tuanku berikan,” Dutu Pujung menolak segala macam hadiah dengan halus.
Resolusi = “mulia benar hatimu,” puji Sultan Suriansyah
(contoh teks cerita sejarah)

“Terima kasih atas pujian Baginda!” ucap Dutu Pujung seraya berpamitan, “hamba mohon pamit, Baginda!”
Dalam sekejap mata, Dutu Pujung tiba-tiba menghilang dari pandangan Sultan Suriansyah. Sejak saat itu, Datu Pujung tidak pernah kembali lagi ke Kerajaan Banjar
Setelah peristiwa di atas, potongan-potongan kapal asing yang tenggelam di Muara Sungai Barito itu, lama-kelamaan tertimbun lumpur dan membentuk sebuah delta. Oleh masyarakat sekitar, tempat itu disebut denga pulau Kaget. Pulai ini terletak di kecamatan Tabunganen, Barito Kuala, Kalimantan Selatan. Sementara, para anak buah kapal itu dikutuk oleh Datu Pujung berganti wujud menjadi bekantan yang sekarang menjadi penghuni pulau tersebut. Hidung binatang itu mancung-mancung seperi bentuk hidung awak kapal dalamcerita diatas.  

itulah contoh teks cerita sejarah dan strukturnya semoga bermanfaat buat teman-teman

Subscribe to receive free email updates: