Contoh Kelompok Sosial Dalam Masyarakat Indonesia

Contoh Kelompok Sosial Dalam Masyarakat Indonesia- Suatu kelompok pada hakikatnya merupakan individu- individu yang saling berhubungan, saling meperhatikan, dan sadar akan adanya manfaat bersama. Setiap individu menyadari bahwa sesuatu yang dimiliki bersama berbeda dengan kelompok lain. Perbedaan tersebut mendorong munculnya berbagai bentuk kelompok sosial. Kelompok sosial dapat terbentuk berdasarkan kriteria-kriteria tertentu misalnya usia, jenis kelamin, partai politik, latar belakang pendidikan, suku bangsa dan agama.
contoh kelompok sosial dalam masyarakat
contoh kelompok sosial

meskipun dalam masyarakat terdapat beragam kelompok sosial, tiap-tiap kelompok pada hakekatnya mengembangkan sikap saling menghormati. Artinya, dalam kelompok sosial sifat toleransi, empati, simpati, serta menghargai perbedaan harus diutamakan. Dengan demikian, tiap-tiap kelompok dapat hidup berdampingan secara damai. Pada akhirnya keberagaman kelompok sosial dapat mendorong keharmonisan hidup bermasyarakat
Ferdinand Tonnies mengklasifikasikan kelompok sosial berdasarkan erat longgarnya ikatan dalam kelompok sebagai berikut.

a. Kelompok Gemeinschaft (Paguyuban)
Ferdinand Tonnies mendefinisikan gemeinschaft sebagai bentuk kehidupan bersama anggota masyarakat, ditandai dengan hubungan murni yang sifatnya alami dan kekal. Ikatan yang terjalin antar anggota atas dasar cinta dan kesatuan batin yang kuat. Gemeinschaft terbagai menjadi tiga tipe berikut:
  • Gemeinschaft by place, yaitu kehidupan bersama didasari oleh kedekatan tempat tinggal
  • Gemeinschaft by blood, yaitu bentuk kehidupan bersama atas dasar hubungan darah ataupun hubungan kekerabatan
  • gemeinschaft of mind, yaitu bentuk kehidupan bersama berdasarkan kesamaan jiwa, pikiran dan ideologi
b . Kelompok Gesselschaft (Patembayan)
Gesselschaft merupakan bentuk kehidupan bersama dengan masa berlangsungnya cenderung singkat, hubungan anggota gesselschaft bersifat public life, artinya hubungan yang terjalin terbuka untuk semua orang sehingga batas-batas antara"kami" dan "mereka" mulai kabur. Solidaritas yang terjadi pada kelompok gesselschaft adalah solidaritas dengan tipe organis. Solidaritas organis adalah bentuk solidaritas yang mengikat kelompok dan memiliki ketergantungan tinggi karena adanya sistem spesialisasi kerja yang diterapkan. Bentuk gesselschaft sering kita jumpai pada masyarakat perkotaan. Kelompok gesselschaft identik dengan pola pikir terbuka dan mimiliki hubungan yang tidak akrab dengan anggota kelompok lain 

Dalam kehidupan bermasyarakat sering ditemui berbagai kelompok sosial. Dari setiap kelompok sosial terdapat anggota yang menjadi bagian kelompok tersebut. Berdasarkan status keanggotaanya, kelompok sosial dapat diklasifikasikan sebagai berikut.

a. Kelompok Referensi
Kelompok referensi disebut juga kelompok acuan. Kelompok referensi merupakan sekelompok orang yang secara yata memngaruhi perilaku sesorang baik secara langsung maupun tidak langsung. Seseorang yang bukan anggota dari kelompok referensi mengidentifikasi dirinya semirip mungkin degan kelompok referensi yang ia contoh, misalna dalam kealuan gaya bicara ataupun cara berpakaian.
b. Kelompok Membership
kelompok membership adalah kelompok yang secara fisik mempertemukan seseorang menjadi bagian dari kelompok tersebut. Secara tegas kelompok membership dibedakan menjadi dua jenis atas dasar derajat intensitas interaksi yang terjadlin yaitu nominal group member dan peripheral group member. Nominal group member ditandai dengan hubungan yang terjalin antara seseorang dan anggota kelompok yang masih terjalin dengan baik, Adapun peripheral group member ditandai dengan tidak adanya interaksi yang terjalin baik antara anggota dan kelompok. Oleh karena itu, kelompok ini tidak memiliki kekuasaan penuh untuk memaksa seseorang mematuhi peraturan yang ada. Perbedaan derajat intensitas interaksi ini akan berdampak pada timbulnya sub-group atau bisa disebut clique

Contoh kelompok sosial dapat diklasifikasikan berdasarkan pencapaian kelompok, yaitu kelompok formal dan informal. kelompok formal diidentikan dengan kelompok sosial dibentuk pemerintah sedangkan kelompok informal dibentuk oleh masyarakat.

a. Kelompok Formal
Kelompok formal merupakan kelompok yang mempunyai peraturan-peraturan yang sengaja diciptakan dan bersifat memaksa anggota kelompok untuk menaati. Hubungan yang terjalin dalam kelompok formal tidak bersifat pribadi. Persamaan visi dan misi dari anggotanya menyebabkan kelompok formal terlihat seperti kelompok yang semata-mata mengejar tujuan tertentu. Persamaan visi, misi dan pemahaman terhadap tujuan kelompok menjadi ciri khas kelompok sosial tipe ini
b. Kelompok informal
Kelompok informal adalah kelompok sosial yang terbentuk dengan sendirinya sehingga kelompok ini tidak mempunyai struktur jelas. Pertemuan yang sering terjadi antaraanggota menjadi latar belakang terbentuknya kelompok ini. Contoh kelompok informal ini adalah klik (clique)
Klik adalah kelompok kecil yang tidak mempunyai struktur jelas. Klik biasanya muncul pada kelompok-kelompok besar. Klik tegak merupakan klik yang menggambarkan hubungan orang yang berbeda kedudukan. Klik mendatar adalah hubungan yang terjalin dengan tingkat sama, seperti hubungan yang terjali antara anda dengan teman satu kelas anda. Adapun klik acak adalah tipe hubungan yang terjalindari berbagai latar belakang, baik kedudukan maupun tempat tinggal yang berbeda. Klik dengan klasifikasi seperti ini biasanya masih bisa dikombinasi dengan tipe klik secara mendatar ataupun tegak  dari anggota klik.


4. Kelompok Sosial Berdasarkan Kualitas Hubungan Antaranggotanya

a. Kelompok Primer, dalam kelompok primer terdapat klasifikasi kelompok sosial berdasarkan kualitas hubungan antaranggota sebagai berikut.

  • memiliki intensitas interaksi yang tinggi. Dalam kelompok sosial ini tingkat keintiman yang terjalin antaranggota kelompok sangat dekat. Selain itu, kelompok sosial ini cenderung bersifat permanen
  • sifat sifat yang terjalin dalam anggota kelompok dilandasi atas hubungan sukarela, mimiliki kesamaan tujuan seta penuh simpati
keluarga merupakan contoh kelompok sosal primer. Hubungan anggota keluarga sanat erat dan penuh kasih sayang. kelompok primer merupakan kelompok sosial yang memberikan pengaruh paling banyak dalam diri anggota kelompok.
b. Kelompok Sekunder
Kelompok sekunder adalah kelompok sosial yang terdiri atas banyak individu, sifat hubungan antaranggota tidak saling mengenal secara pribadi, dan kelangsungan kelompok ini cenderung tidak langgeng. kelompok sukender mempunyai tujuan objekif dan rasional. Interaksi yang terjalin dalam kelompok sekunder berdasarkan kepentingan dan tujuan tertentu.

5. Kelompok Sosial Berdasarkan Jenis Pekerjaan

masyarakat menjadi semakin kompleks seiring dengan perkembangan zaman. Salah satu dampak dari hal tersebut adalah berubahnya sistem pekerjaan. Berdasarkan pekerjaan yang berkembang dalam masyarakat, kelompk sosial  dapat diklasifikasikan sebagai berikut
a. Kelompok Okupasional
Kelompok okupasional terdiri atas orang-orang yang melakukan pekerjaan sejenis. Kelompok-kelompok semacam ini selanjutnya berperan dalam mengarahkan kepribadian seseorang terutama menjadi anggotanya.
perkembangan zaman yang semakin pesar, memaksa masyarakat melakukan pengkhususan kerja secara ilmiah yang dipusatkan pada lembaga-lembaga pendidikan tertentu. Mereka telah menjalinpendidikan pada lembaga-lembaga tersebut sangat menguasai ilmu yang dipelajarinya sehingga dapat membantu masyarakat. kelompok profesi ini mengembangkan patokan-patokan tingkah laku sendir yang lazim disebut etika profesi atau kode etik profesi
b. Kelompok Volunter
Proses interaksi yang berkembang luas mempermudahkan masyarakat untuk saling mengomunikasikan pesan baik dalam jarak dekat maupun jauh. Perkembangan komunikasi mendorong kelompok masyarakat untuk selalu bersikap terbuka. Warga masyarakat membutuhkan sistem pemerintahan yang bersifat transparan dan demokratis. Pemerintah harus mampu menjadi fasilitator untuk memajukan bangsa, negara dan masyarakat.
contoh kelompok sosial volunter terdiri dari atas orang-orang yang mempunyai kepentingan yang sama tetapi tidak mendapat perhatian masyarakat yang semakin luas jangkauannya. contohnya kelompok volunter adalah Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP)

6. Kelompok Sosial Identifikasi Diri

Kelompok sosial memiliki kedudukan yang berbeda dalam diri individu. Untuk membedakan kedudukan  kelompok sosial tersebut. W.G Sumner mengklasifikasikan kelompok sosial menjadi dua bentuk sebagai berikut:
a. Kelompok In-group
In-group meupakan kelompok sosial yang individunya mengidentifikasi dirinya dalam sebuah kelompok. Sikap yang mengidentifikasi dirinya dalam suatu kelompok sosial dilandasi oleh faktor simpati empati dan kedekatan secara pribadi dengan anggota kelompok lain
b. Kelompok out-group
Out-group ditandai dengan rasa anagonisme atau antipati terhadap kelompok lain. Adanya perasaan antipati terhadap kelompok lain dapat berubah menjadi etnosentrisme yaitu sikap menilai unsur-unsur budaya lain dengan mengacu pada kebudayaan sendiri. Hal ini karena orang yang berbeda di luar kelompok dainggap tidak memiliki kesamaan minat dan tujuan.

7. Kelompok Sosial Tidak Teratur

Kelompok sosial tidak teratur adalah kelompok sosial yang tidak memiliki dasar yang jelas ataupun tujuan tertentu. Pada dasarnya kelompok sosial tidak teratur terbagi menjadi dua bentuk sebagai berikut
a. Kerumunan
Kerumunan atau crowd merupakan contoh kelompok sosial yang ditandai berkumpulnya orang-oran, namun hanya sebatas fisik tanpa pengorganisasian secara jelas. kerumunan tidak mempunyai pembagian kerja serta pelapisan sosial. Interaksi yang terjalin antaranggota bersifat spontan dan tidak terduga . Sifatnya sementara  menyebabkan dalam kerumunan tidak memungkinkan terbentuknya traisi, budaya serta norma dan nilai tersendiri
b. Publik
Publik merupakan individu yang tidak secara fisik berkumpumpul tetapi interaksi yang terjalin terpusat melalui alat komunikasi ataupun pesan berantai antarindividu tersebut. Interaksi dalam kelompok publik menggunakan alat-alat media, misalnya surat kabar, radio atau televisi.

8. Kelompok Sosial Berdasarkan Tujuannya.

Charles Zastrow, sosiolog Amerika Serikat, mengungkapkan ada beberpa jenis kelompok sosial yang dapat dikategorikan khusus karena berkaitan dengan pekerjaan sosial. Adapun kelompok yang dimaksud sebagai berikut:
a. Kelompok Percakapan Sosial
Contoh kelompok sosial percakapaian sosial merupakan kenlompok infromal yang tidak memiliki rancangan kegiatan jelas dan resmi. Tujuan utama kelompok ini adalah mecarai teman atau kenalan baru untuk memperluas wawasan dan pergaulan. Kelompok percakapan sosial sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari contohnya percakapan yang dilakukan oleh sekelompok pelajar di kantin
b. Kelompok Rekreasi
Kelompok ini bertujuan untuk menyelenggarakan kegiatan rekreasi, bersifat spontan dan meyakinkan bahwa kegiatan yang mereka lakukan dapat membangun karakter mencegah seseorang melakukan penyimpangan. Sebagai contoh adalah contoh kelompok sosial, sekolompok remaja penggemar sepeda melakukan kegiatan rutin bersepeda setiap hari Minggu
c. Kelompok keterampilan Rekreasi
Kelompok ini  bertujuan untuk menyelenggarakan kegiatan rekreasi sekaligus meningkatkan keterampilan tertentu.  contoh kelompok sosial keterampilan rekreasi yaitu, karyawan Cahaya Purnama melakukan outbond ke luar kota untuk meningkatkan kekompakakan.
d. Kelompok Pendidikan
Tujuan utama kelompok pendidikan adalah mendapat pengetahuan dan keterampilan yang berguna untuk masa depan. Kelompok ini memiliki pemimpin yang dapat membimbing dan mengarahkan proses pendidikan. Contoh kelompok sosial ini yaitu siswa-siswa kelas XI yang sedang belajar
e. Kelompok pemecah masalah dan pembuat keputusan
Kelompok ini melibatkan klien dan petugas yang memberi sara kepada klien. Bagi Klien kelompok ini dapat membantu mengatasi masalah dan memnuhi kebutuhannya, Adapun bagi petugas, kelompok ini merupakan sarana penyembuhan bagi klien dan mendapatkan bahan untuk dikomunikasikan dengan lembaga lain. Contoh kelompok sosial ini adalah beberapa orang melakukan konsultasi dengan psikolog
f. Kelompok mandiri
Kelompok mandiri ditandai dengan adanya pengakuan dari anggota bahwa mereka memiliki masalah sehingga mereka memahami permasalahan tersebut dan memotivasi anggota lain untuk mencari soslusi terbaik. Contoh kelompok sosial ini adalah orang yang bergabung menjadi satu kelompok dan saling bercerita pengalaman masing-masing
g. Kelompok sosialisasi
Kelompok sosialisasi dibentuk untuk mengembangkan atau mengubah perilaku anggota kelompok agar mampu menyesuaikan diri dengan masyarakat. Contoh kelompok sosial ini yaitu sekumpulan mantan narapidana yang diberi penghargaan oleh psikolog
h. Kelompok penyembuhan
Kelompok ini terdiri atas orang-orang engan masalah emosional berat. Kelompok ini mengupayakan agar anggota mampu menggali permasalahan dan mencari strategi pemecahannya. Contoh kelompok penyembuhan adalah sekolompok orang bersifat pemarah yang berlatih mengelola emosi mereka agar lebih baik.
i. Kelompok keagamaan
Kelompok keagamaan memiliki latar belakang dan tujuan berdasarkan ajaran agama. Penyebab munculnya kelompok keagamaan tidak hanya kesamaan latar belakang agama, tetapi dapat pula karena perbedaan agama. pada umumnya kelompok agama dibentuk dengan tujuan untuk meningkatkan kerukunan dan meningkatka keimanan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

itulah beberapa contoh kelompok sosial dalam kehiudapn masyarakat semoga bermanfaat

Subscribe to receive free email updates: